Rabu, 09 September 2009

Ayam Petelur Ditinggalkan, Bebek Petelur Dilirik

Peternak ayam petelur di wilayah Madiun kini banyak yang beralih menjadi peternak bebek petelur lantaran ayam petelur dianggap sudah tidak berprospek dan beresiko tinggi.

"Beternak ayam petelur sudah tidak menguntungkan. Harga pakannya juga semakin melambung, sedangkan harga telur di pasaran labil sehingga keuntungannya tidak bisa diharap seperti dulu lagi," kata Supriyono, peternak ayam petelur warga Kelurahan Pangongangan, Kecamatan Kota Madiun.



Ia kini mulai beralih ke ternak bebek petelur dan ayam aduan. "Beternak bebek petelur lebih mudah dan berbiaya murah. Selain itu, peluangnya masih terbuka lebar karena belum banyak yang melakukannya layaknya ayam petelur," katanya, Jumat (14/11).

Di samping itu, katanya, bebek petelur tahan penyakit, angka kematian nyaris nol, harga pakannya murah dan gampang didapat. "Harga telurnya juga lebih tinggi dibandingkan dengan telur ayam," kata Supriyono.

Hal yang sama juga dikatakan Ir Tony S, pemilik peternakan ayam petelur yang relatif besar di Desa Tanjungsari, Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan.

Dia mengatakan, beternak bebek petelur tidak memerlukan modal awal sebesar beternak ayam petelur dan modal awal lebih cepat kembali dibandingkan beternak ayam petelur.

"Dengan modal Rp 5 juta, untuk 100 ekor bibit bebek sudah termasuk biaya pakan, sudah cukup. Dengan modal itu, kita sudah mendapatkan keuntungan bersih setiap hari paling sedikit Rp 30.000," kata Tony.

Pengalamannya selama ini, dalam tempo dua setengah bulan beternak bebek, modal awal sebesar Rp 5 juta tersebut sudah bisa kembali. Hal ini, katanya, tidak bisa terjadi bila beternak ayam petelur karena modal awal untuk beternak ayam petelur baru bisa balik modal paling cepat enam bulan.

"Kalau harga telurnya stabil, insya Allah dalam jangka waktu enam bulan modal awal beternak ayam petelur sudah balik. Namun, kalau harga pakan dan harga produknya (telur) naik turun, ditambah pula ada isu telur palsu, dalam waktu dekat kemungkinan bisa gulung tikar," kata Tony.

"Malahan harga bebek afkiran (sudah tidak produktif) saja di pasaran masih lebih tinggi dibandingkan dengan afkiran ayam petelur. Harga bebek afkiran di pasaran masih relatif tinggi. Paling murah per ekor Rp 28.500," kata Tony. - 14 November 2008


Sumber :
ABI'ANT
9 September 2009

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar